Wajahku ketakutan menatap om Yoyok, menyeramkan sekali,“kamu udah besar dan tumbuh menjadi gadis yang cantik, aku tergoda melihat kecantikanmu…”“apa maksud om?”“udah kamu turuti saja permintaan om ya sayang, jika tidak kamu akan tahu sendiri akibatnya…”“jangan om..jangan lakukan, om udah aku anggap seperti bapakku sendiri jangan berbuat yang macam-macam om…..”“udah kamu diam saja…”Dia mendekati wajahku dan langsung menciumi bibirku. Dia menggoyangkan penisnya, seakan memekku ikut bergoyang. Bokep Aku tidak tahu jika om masuk ke kamarku, dia membelai rambutku hingga aku terbangun.“udah enakan ya Tar?”“ee..udah om…” sambil sedikit menjauh dari om Yoyok.“obatnya harus tetap kamu minum ya?”“iya om masih aku minum kok…”Aku ketakutan karena om Yoyok terus mendekati aku. Dia ingin aku seperti teman-temanku, handphone aja selalu ganti jika ada yang baru.Mereka memang sangat tulus menyayangiku, kehidupan tante da nom yang sukses membuat aku hidup sempurna




















