Begitu Lia selesai menutup pintu, tiba-tiba sebuah pelukan langsung membekap tubuh sintalnya dari belakang.“Ah Bapak nakal…”, Lia berucap pelan.“Bapak kangen nih sayang”, sebuah kecupan langsung mendarat di pipi dan leher Lia.“Jangan disini dong Pak ntar ada yang liat”.Lia berusaha menghentikan Pak Wid yang masih terus mendaratkan ciumannya.“Kenapa sayang? Pak Wid kemudian membuka lebar kedua paha sekretarisnya tersebut. Bokep Hubungan keduanya memang sudah cukup lama terjalin, sudah hampir 6 bulan lamanya. Kocokan Pak Wid yang semakin mengencang membuat Lia menggunakan kedua tangannya untuk menahan tubuhnya yang mulai bergoncang. Lia memasang ekspresi wajah horny sambil menggigit bibir bawahnya.

















