Kata Ibuku disela tangisnya yang mulai mereda.Ya mau gimana lagi Bu, mungkin ini memang udah jadi takdir kita. Suara Plak, Plok, Plak, Plok begitu menggema dalam kamar ini. Bokep Tapi keadaan semakin memburuk, ayah Vira memaksa menggugurkan kandungannya. Mataku nyalang. Karena udara panas segera kusetel kipas angin, tombol nomor dua cukup dingin untuk kamar seukuran empat kali enam.Setelah meletakkan belanjaan di dapur, Ibu menyusulku ke kamar. Matanya berbinar dan bibirnya bergetar seolah ingin mengatakan sesuatu.Ada apa, Bu? Aku pun mengelap air matanya dengan tanganku lalu kucium kening dan bibirnya.Kenapa Ibu nangis, emangya tadi aku kasar ya mainnya. ujarku sambil meneruskan genjotanku pada Ibu.Ibu juga jatuh cinta sama kamu Man, ayo puaskan Ibu sayang Ohhh katanya sambil menahan genjotanku yang semakin kencang.Aku terus menggenjot tubuh Ibuku dengan bersemangat.




















