“Ok Ricky, Biar bagaimanapun.. Bokep Sampai pagi. Benar-benar aku ingin menghindar darinya. Ia tersenyum lalu berjongkok dan membuka ritsluiting celana panjangku. Sejenak aku linglung. Kangen? Akhirnya aku meledak. Hampir setengah botol kutenggak black label dari si Oghe. “Pak Ricky, telepon dari Felly,” Indri, sekretarisku di interkom. Ia mengerang kenikmatan. Tapi dia menyadari bahwa apa yang ada pada kami bukanlah cinta. Bingung? Aku sudah beres-beres ketika interkom itu berbunyi lagi. Aku merutuki diriku sendiri. Kangen? Lima menit aku terbengong-bengong sendiri. Selama pacaran dengannya, ia sama sekali tidak tahu kalau aku suka minum.“Sejak kapan kamu minum Rick?”
Aku tidak menjawab. Aku termenung sejenak berjongkok di depan mesin ATM itu. Bisa berkepanjangan kalau aku bicara dengannya. Banyak cewek-cewekku yang jauh lebih menarik untuk kuajak ke tempat tidur.


















