Namun kian hari aku kian terjerumus, mungkin karena komunitas ini, komunitas yang sedang aku manfaatkan hanya untuk membalaskan dendamku.Aku juga tidak mengerti dengan pemikiranku, dendam leluhurku menjadi dendam turunan bagiku. Bokep Dari satu jari lalu menjadi dua jari, hingga lima jari, yang membuat gadis itu tersadar dari pingsannya dan berteriak kesakitan. Zet dan Abdul tidak peduli, mereka sangat menikmati penyiksaan itu.“Fuck you!!!”, teriak Abdul karena gadis cantik itu masih coba meronta-ronta. Tak sabar menunggu, aku pun mulai mengarahkan penisku menuju lubang vaginanya. Salah satu bagian kecil dari misi kami adalah menyiksa kaum di luar komunitas kami, tapi aku memanfaatkan mereka hanya untuk menyiksa orang Jepang.Dendamku sebentar lagi tersalurkan. “Aaaarrrrgggghhhhh!!!!!!!….”, teriaknya keras merasakan penisku menyobek dinding vaginanya. Gadis itu geleng-geleng sambil meneteskan air matanya.Zet memintanya diam, dan menampar-nampar susunya yang putih itu.



















