Sembari tersenyum aku menjawab dengan lirih, “tidak apa-apa. Bokep Udah tidak apa-apa. Sekitar jam 17:45 aku pamit untuk pulang dan Pak Freddy memberi ciuman yang cukup mesra di bibirku. Ketika aku mengemudikan mobilku, terbayang bagaimana keadaan Papa dan Mama dan nama baik sekolah bila kejadian yang menurutku paling bersejarah tadi ketahuan. Langsung kujawab, “Ok-ok aja, Pak.”. Itu dulu oleh-oleh dari teman saya waktu dia ke Eropa”.Selesai makan kita ke ruang depan lagi dan kebetulan sekali Pak Freddy menawarkan aku untuk melihat-lihat koleksi bacaannya. Terasa keras sekali dan rupanya sudah berdiri sempurna. Mau beli nasi goreng. Aku dan teman-teman bilang, “Tidak, Pak.”, lalu aku menimpali lagi, “Sekali-sekali, donk, Pak kita dijajanin”, lalu teman-teman yang lain, “Naa..aa, betuu..uul.




















