Aku sangat mencintaimu, Mas…”. Bokep Dea bangun dari rebahannya, mengambil saputangan dan membersihkan bercak dari sela-sela vaginya yang telah bercampur dengan cairan kenikmatannya, saputangan biru itu berbercak merah, memenuhi hampir setengah lembar saputangan biru itu.“Saputangan ini akan kusimpan selamanya, sebagai tanda buat cinta kita, Mas”.Aku terdiam, kemudian kubelai rambut indahnya, kukecup keningnya dan kukatakan, aku telah kau berikan sesuatu yang berharga darimu, keperawananmu membuktikan cinta sucimu, aku juga sangat mencintaimu, kuambil keperawananmu dengan keperjakaanku, dan tak kan kulupakan hari ini selama hidupku. “Tentu, belai ciumi dan manjakan rudal besar ini sayang”, kataku. Selesai mengeringkan badan, rambutku dikeringkan Dea dengan hairdryernya, kupakai bajuku dan kitapun kembali ngobrol di ruang tamunya, ngopi, ngobrol dan bercanda sambil bermesraan menikmati hari indah itu. “Idih, kok sampai merah gini”, kata Dea, tiba-tiba mulutku dilumat olehnya dan tanpa menunggu lagi




















