Sekalian saja aku pamitan padamu jika dalam beberapa hari kedepan kita tak bisa ketemu lagi. “Kamu jangan macam-macam, Zainal!”, ancamnya padaku yg lagi menikmati rokok. Bokep Setelah melahap 3 potong roti, aku bertanya padanya,
“Dari mana saja Mbak kok dapat roti enak?”
“Tadi aku silaturahmi ke tempat saudara-saudara dan pulangnya dibawain ini”, jawabnya. Kemungkinan-kemungkinan tdk kuperoleh data yg kuperlukan juga kucatat. Setelah agak nyaman, kuberi pinggulku dorongan maju-mundur yg semakin cepat. Caramu berbicara dengan wanita asal saja tanpa pernah kamu pikirkan akibatnya. “Itu karena pikiranmu belum dewasa. “Itu karena pikiranmu belum dewasa. Zainal, mmh..”. gitu ya, jangan harap aku mau membatumu lagi ya”, katanya dengan nada bergurau. “Nanti setelah Mbak kukenalkan, ganti Mbak kenalkan saya”, jawabku sambil meneguk kopiku yg masih panas dengan hati-hati.




















