Pejuhku semua ditelan habis oleh bu Diah.Setelah meneln habis semua pejuhku, bu Diah menyuruhku untuk memakai pakaianku dan mengatakan “Sebentar lagi keinginan mas untuk jadi pegawai negri akan terkabul”. Bu Diah tersenyum,“Mas Farid gak usah malu. Bokep ada rasa kaget sekaligus senang dengan perlakuan Bu Diah.Beliau dengan lembut melumuri kejantananku dengan madu, kemudian mengocoknya pelan. Kemudian wanita itu tak menjawabku dan memeberikan secarik kertas yang berisi alamat rumahnya lalu meniggalkanku begitu saja. Dan setelah lama aku mencari alamatnya, akhirnya ketemu juga. Toh ini kan juga demi cita-cita Mas Farid!” Bu Diah benar, pikirku.Lagi pula aku sudah terlanjur datang ke sini, jadi aku tidak perlu malu lagi.
















