Biasanya kalau Iding menyentuh macam itu pasti ada maunya. Demikian juga Pakde Marto. Bokep Pakde Marto menyuruh Surti membenahi ceret air dan rantang makanannya kemudian mereka bergegas pulang sebelum hujan turun. Dan benar, begitu Pakde Marto yang dalam pelukan Surti belok kekanan nampak bayangan kehitaman berdiri tegak di depan jalannya. Pakde Marto tidak kehilangan arah. Sekarang tinggal menggiring Pakde dan keponakkan mantunya ini menuju ke ke sentuhan setannya yang terakhir.Hujan yang demikian hebat ini membuat jam 2 siang hari bolong itu gelap serasa menjelang maghrib. Tiba-tiba ada “setan lewat” yang melihat mereka dan langsung menyambar ke duanya.Saat Pakde Marto memeluk bahu Surti tanpa sengaja beberapa kali menyentuh payudaranya.




















