Aku terbengong beberapa saat.“Naya! Video bokep Gue juga di rumah nggak ada kerjaan.”Saat itu Fita kembali dari toilet. Kulihat Ami bersama dengan seorang wanita yang mirip dengannya. Aduh.., kelihatannya dia marah.“Sorry! Naya mencium pipiku.“Cupp..!”“Tidur yang nyenyak yaa..” katanya perlahan.Lalu ia kembali berbaring dan memejamkan matanya. Seingatku pernah terjadi dalam sebulan aku hanya dua kali dijatah Naya. Cepat-cepat kukenakan pakaianku, tanpa mandi terlebih dahulu. Tidak hanya itu, Fita mengosok-gosok mulut dan leher si “ujang”, sehingga sekali lagi bulu kudukku merinding menahan nikmat.Kali ini aku merasa lebih siap untuk tempur, sehingga langsung saja aku membalik posisi tubuhku, menindih Ami yang sekarang jadi telentang. Setelah masuk seluruh penisku, kudiamkan beberapa saat untuk menikmati kehangatan yang diberikan oleh jepitan vagina Fita.Hangat sekali, lebih hangat dari milik Ami.




















