“Ahh… Kangmas… Aku… aku malu…” Mulut yang tadinya meneriakkan seruan garang kini terengah lemah, mengucap kata-kata penolakan setengah hati. Itu pun disingkirkan. Bokep Dia merasa lebih susah menghadapi serangan seperti ini daripada tusukan seribu pedang. “Ahh… Kangmas… Aku… aku malu…” Mulut yang tadinya meneriakkan seruan garang kini terengah lemah, mengucap kata-kata penolakan setengah hati. “Hiaaattt!!” Dari suaranya bisa diduga bahwa dia seorang perempuan. Dalam hatinya mulai timbul keinginan untuk memohon kepada Bayang Ireng agar meremas susunya lebih keras, menusuknya makin dalam dengan lingga yang makin besar. Dia menemukan pelataran candi itu diterangi empat pelita besar, membuat ribuan bayangan menari-nari mengikuti liuk cahaya api.







