Setelah kami sudah masuk didalam butik itu, dia memanggil karyawan butik untuk memilihkan baju yang cock untuku. Bebrapa saat kemudian makan-pun datang, dan kami makan sembari mengobrol,“ Gimana belanjanya tadi, udah cukup belum Rhin, dan kamu sukakan sama belanjaan kamu tadi, ” ucapnya bertanya padaku. Bokep Maklum saja karena kami masih muda dan nafsu kami masih mengebu-gebu. Selang beberapa Kevin mengangkat kakiku ke pundaknya,
“ Sayang aku mau keluar nih, mau dikeluarin dimana, ” tanyanya. Aku sungguh merasa melayang diperlakukan Kevin seperti itu. “ Udah mas udah lebih dari cukup, terima kasih banget ya mas, Mas udah mau belikan aku baju baru dibutik yang sebagus itu,” ucapku.




















