Dia penuh perhatian dan sangat lembut. Bokep Reflek, Mbak Sekar mencoba menutupi mulutku dengan telapak tangannya, begitu melihat gejala aku nyaris terpingkal karena kegelian. “Dari kamar mandi,” jawabku sekenanya. Ah.. “Aduh.. Sampai di sini, semua sensasi yang kurasa, sungguh lebih dahsyat dari yang pertama. “Itu apa Mbak?” tanyaku polos, saat melihat kain kecil tersumpal di dalam kutangnya yang sebelah kanan. Tampaknya nenek belum sepenuhnnya lelap. Dengan gontai ia berjalan memunggungi aku, tak berusaha merebut kain sumpal kutang nya. Dan parahnya lagi, oksigen yang kuhisap pun seperti bercampur bara, terasa panas dan menyesakkan. bukan begitu cara memegangnya,” kembali Mbak Sekar menjerit lirih saat pangkal putingnya teraba jariku. Aku perhatikan dengan seksama raut muka nenek yang keriput di makan usia. Sekar adalah anak tertua dari Bu Dhe, kakak ibuku.





















