Kupeluk pundak Chie dan menggandengnya, merasakan tubuh itu menggigil di lenganku.Saat itu aku sangat ingin memarahi Jay. Inilah kita.”
Aku tak mau menoleh. Bokep “Chie…” erangku tertahan, mataku terpejam. Jay menatap kerlipan lampu kota di bawah kaki kami. “Hah? Kami masih sering berkelana di dunia fana, menemani hantu-hantu malam yang berkeliaran di naungan kepak-kepak sayap cinta dan kasih sayang, mengembangkan layar mencari pelabuhan perhentian kami.Kami bertiga masih berteman. Aku sedikit terguncang. Kutunggu saat-saat kepalannya menghajarku. Ah, Chie. “Thanks, but no thanks.”
Kami tertawa berbarengan. Dan untuk itu Jay bersedia berkorban, karena hanya dialah yang terdekat dengan Chie, selain aku. “Aku hanya bertanya,” kata Chie. “Chie..”
“Aku sayang kamu, Ray.”Kuterlentangkan tubuhnya, kuciumi buah dadanya yang telanjang, menikmati gesekan kemaluan kami yang beradu. Ini pancaran yang jauh lebih dewasa, yang membuatku merasa demikian kecil di hadapannya.




















