Pak Dion tidak pernah merasa memaksa mereka, ia memberikan dua pilihan sebagai bentuk “demokrasi” ciptaannya, serahkan keperawanan kalian atau….. sleckkkkkk… Sllrrrpppp…”
“Ahhhh… !! Bokep “Awwww… Hssshhh Hssssshhh….. “Aduhhhh… Pegel nih…!! “Nah Veily, coba sekarang kamu buka bajunya Anita…” Pak Dion memerintahkan Veily, perlahan-lahan ia melaksanakan perintah Pak Dion, tangannya mulai melepaskan kancing baju seragam Anita kemudian menarik lepas baju seragam temannya. Sang nafsu mengupas kemudian membasuh rasa marah di hati Veily, perlahan-lahan sang nafsu melemparkan jauh-jauh rasa risih yang mengganjal di dalam hati kedua pasangan lesbi itu, Pak Dion tersenyum kemudian duduk kembali di atas kursinya, berkali-kali kepala sekolah bejat itu menelan ludah ketika menyaksikan Anita dan Veily saling melumat dengan mesra
“Ckkk Ckkkk.. ckkkk… ckkkkkk….” Suara bibir kedua gadis itu berdecakan semakin keras, lumatan demi lumatan bibir dihiasi oleh lidah mereka yang saling membelit satu


















