Tiba tiba dari kejauhan Devi melihat ada bubungan asap, sepertinya dari api unggun atau perkampungan.sejenak Devi tercekat sampai akhirnya ia memutuskan untuk menuju arah asap tersebut.Sedikit berlari Devi bergegas mendekat, semakin dekat ia mencium bau harum masakan seperti daging panggang, sedikit harapan muncul di benak Devi. Bokep si codet datang mendekat ,” gantian dong men…..emang elo doang yang ngiler…?”“enak aja kamu…..tunggu giliran dong…tanggung nih..” kat si gendut sambil terus menggenjot tubuh indah Devi.Si gendut terus bergerak maju mundur di atas tubuh Devi. Devi hanya terdiam malu, ia merasa sangat terhina sekali, namun di sisi lain ia mulai menikmati semua ini.Devi merasa dikhianati oleh tubuhnya sendiri , ketika tubuhnya kelihatan menerima berbagai rangsangan tersebut, pikirannya tetap berkata tidak dan terus melawan.


















