Aku pun menunggunya untuk pulang sambil bermain Play Station di kamarku. Aku tidak percaya bahwa aku menyaksikan itu semua. Bokep Dan aku bisa tahu apa yang terjadi di dalam sana. Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Maria” Erik melemparkan senyum yang berbeda dari kemarin. Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Erik.“Terima kasih..Erik.” Dia memandangiku yang masih berlinang air mata. Aku mendesah panjang. Itu namaku. Marah yaa? Jantungku terasa berhenti mengingat kejadian itu. Yang paling menyedihkan adalah, aku sama sekali tidak pernah dikenalkan ataupun berjumpa dengan kerabat ayah maupun ibu. Ballroom hotel itu sangat indah, Erik mempersiapkannya secara spesial. Enam bulan pun berlalu.Pada suatu hari yang cerah, mendadak kami dibangunkan oleh Bunda Risa, salah satu pengurus di tempat kami.




















