Dia hanya menjawab “Aku mencari penghasilan tambahan Rit”, jawabnya singkat.Mas Aryo makin sering pulang larut malam, bahkan pernah satu kali dia pulang dengan mulut berbau alkohol, jalannya agak sempoyongan, rupanya dia mabuk. Bokep Kamipun akhirnya tidur kelelahan setelah bergumul dalam panasnya birahi.Keesokan paginya, Bondan mengantarku pulang ke rumah. Sikap diamku ini diartikan lain oleh Mas Aryo.“Besok kamu ikut aku menemui Bondan”, ujarnya lagi, sambil mencium keningku lalu berangkat tidur. Itu berarti aku harus melayaninya semalam di ranjang seperti yang kulakukan pada Mas Aryo. Tetapi jika kalah aku harus rela melayani teman-teman suamiku yang menang judi. Aku mulai bertanya-tanya, sejak kapan suamiku mulai gemar minum-minum arak. Sekitar 10 menit kami berbicara, aku mulai merasakan agak pening di kepalaku, tubuhkupun limbung.




















