Iapun segera menarik penisnya dari anusku. Bokep Kamu nggak usah mikirin ntar gimana mengembalikannya.“Udah, cepet, kamu bawa pulang… kamu tunggu anak kamu sampe operasinya selesai… kamu boleh libur…”Dengan perasaan senang dan rasa terima kasih yang tidak terkira, aku pun berpamitan dengan Pak Tommy dengan menyalami tangannya..Aku pun bersyukur, operasi anakku berjalan dengan lancar. Sambil mengarahkan kepalaku dengan tangannya keaarah penisnya, Pak Tommy mengatakan“Ayo… kulum kontol bapak…!!!”Dengan perasaan jijik, akupun memenuhi permintaannya. Sementara itu, aku merasakan cairan dingin di anusku. Ketika aku sedang berdiri di dekatnya, ia mengajakku ngobrol sambil jarinya menelusuri belahan pantatnya.Dengan perasaan malu aku ingin menghindari setiap perlakuannya, namun ku tak berdaya. Masih banyak hutangku pada kawan-kawanku, sehingga aku segan untuk berhutang lagi pada mereka. Tak lama pak Muklis pun masuk. Sisa-sisa sperma yang ada di lantai dan sofa pun harus kujilati




















