enak, Yan..”.“Akkh…Oughh.. kita sekarang jemput Lina”, ajak Feby, menarik kekasihnya bangun dari tempat tidur.Sesampainya di Villa,“Loe masuk duluan aja, Lin.. Video bokep ha..us…”,kata Lina sambil menelan air ludahnya.“Uda..han.. nyokap Lina jualan begituan ternyata”,kata Adrian dalam hati.“Tuh cobain dulu, Feb”, kata Lina.“Nah ini nih yang gue tunggu.. kata Lina sambil memberi sepasang bra dan CD warna pink muda kepada Feby.“Wah.. Pak Amir terlempar dan jatuh ke lantai dengan hempasan yang kuat. ada ayam goreng mentega kesukaan aku nih, Mbok”.Lina dan Adrian tidak berkomentar apa-apa, mereka berdua melahap makanan mereka dengan cepat.Feby menggeleng-gelengkan kepala melihat temannya dan kekasihnya yang kalap.Adrian menghempaskan diri ke sofa ruang tamu sambil mengelus elus perutnya,“fuuuh.. Loe apain???!?!?!”, tanya Lina dengan pertanyaan yang bertubi tubi dan takut melihat keadaan mereka.Adrian menoleh ke arah Lina.“Ah.. “Gua demen banget bau darah mens loe, apalagi nyampur


















