Kurubah posisi tangan Shasya ke atas kepala dan mengikatkannya kepada besi pengait yang ada di atas dragbar, kutarik keatas kaos putihnya sehingga nampaklah sepasang buah dada nan indah menyembul dari balik kaos itu. Kukulum dan kuhisap putingnya, kumainkan dengan penuh nafsu dan Shasya tetap terlelap dalam pengaruh obat penenang.Kulepaskan perlahan kancing dan dengan hati hati kuturunkan celana nya, ampun . Bokep Aku mengeluarkan satu ampule deazepamp dan spetnya sedangkan bambang dengan senyum ramah berusaha mendekati Shasya yang dari tadi terus memeluk bantal sambil memanggil nama andi…Dengan cepat bambang menindih tubuh Shasya dan menarik tangan kanannya ke sisi untuk memberikan ruang bagiku untuk menyuntikkan obat penenang ke nadi Shasya. Kutarik sedikit penisku dan kembali kudorong dengan tekanan yang lebih kuat, kuulang beberapa kali dan akhirnya lancer juga walau agak sesak.Dengan penuh nafsu yang meracuniku telah kucumbu




















