“Mari kita bersulang”, kata suamiku sambil membagikan gelas. Bokep Di dalam kamar aku termenung mengingat kejadian semalam, sungguh luar biasa, sungguh fantastis. “Aku mau sampai”, kataku dengan mulut masih penuh oleh kontol suamiku. Betapa terkejutnya aku ketika aku membuka mataku bukannya suamiku yang ada didepanku tetapi si Ivan yang sudah telanjang bulat juga, aku terkejut, aku mau marah tetapi tidak bisa, kenikmatan demi kenikmatan yang kuperoleh mengalahkan segalanya. “Aku kan mau memberikan sesuatu yang beda, Sayang” katanya lagi. Dari semua alat bantu tersebut semuanya memberikan kenikmatan yang berbeda-beda, tetapi favoritku adalah vibrator. Setelah itu kami masih terus mencoba gaya ini dan itu karena kedua lakilaki ini mempunyai keperkasaan yang luar biasa di ranjang, baru setelah orgasmeku yang keempat suamiku memuntahkan spermanya didalalam vaginaku dan tak lama Ivan memuntahkan spermanya juga didalam vaginaku.




















