Jadi apanya yg aneh. Bokep Cerocohan ribut yg keluar dari mulut Lilispun sama. Santai.Hari menjelang siang. Kembali Aku membaca koran. “Kenapa Lis?”
“Maafkan saya Kang….”
“Kamu salah apa” Dia tak menjawab, masih terisak. Kami memang sdh biasa tak punya pembantu. Muka Lilis berkerut, dia menggigit bibirnya sendiri, ekspresi seperti orang yg sedang kesakitan. Beginilah rasanya. Itu sdh sering dan Lilis jg sdh tahu. Kuciumi buah dadanya, bergantian kanan dan kiri. Aku mulai menikmati. Jg ketika masuk ke kamar anakku. Pembaca, jangan berpikiran macam-macam ya. Sulit kugambarkan. Santai.Hari menjelang siang. Di kampung dulu dia memang amat dekat dgn isteriku. Tak terpikirkan lagi untuk mencabutnya. Masa sih ? “Ayo…Kang ….” Secepat kilat Aku memelorotkan celana pendekku sekaligus dalemannya. Memangnya Aku sekurang ajar itu berani memeriksa dada sepupu isteriku ? Beginilah rasanya.


















