Aku berusaha tidak memandang matanya karena grogi, akhirnya aku memandang ke arah ranjang bayi.“Gak ada kok mah, Cuma mau liat adik aja. gimana gak berdebar mah, pemandangannya enak gini, terus susu mama tadi nekan-nekan dada Dio lagi.” Jawabku cengengesan.“Ma, boleh gak Dio lepasin baju sama celana Dio juga?” Pintaku.“mau apa sih kamu emangnya? Bokep liat nih..” katanya sambil mengocok penisnya yang berlumuran busa sabun dihadapanku. Mamaku mulai membuka branya yang mempunyai kait di depan supaya mempermudahnya menyusui adikku. ayooo.. udah gak tahan yah…?” godaku.“Hehe.. masa anak sendiri gak boleh meluk mamanya…” jawab mamaku.Aku senang sekali, aku segera mendekatinya dan merangkul tanganku memeluk tubuh mamaku dari depan sehingga payudaranya yang padat tanpa halangan berhimpitan dengan dadaku.




















